Malang — Utari Sanaba, M.Tr.T., dosen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, bersama tim peneliti dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan Universiti Teknologi PETRONAS Malaysia, berhasil mengembangkan sistem deteksi blind spot (titik buta) untuk sepeda guna mencegah kecelakaan serius, khususnya yang melibatkan anak-anak. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam International Journal of Electrical and Intelligent Engineering (IJEIE) Vol. 01, No. 01, edisi Juli 2025.
Latar Belakang Penelitian
Penelitian yang berjudul “Blind Spot Detection to Prevent Serious Accidents for Children in Cyclists” ini lahir dari keprihatinan terhadap meningkatnya jumlah kecelakaan sepeda, terutama sejak pandemi Covid-19 mendorong lonjakan minat masyarakat bersepeda. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik DKI Jakarta, angka kecelakaan sepeda tercatat meningkat signifikan, bahkan komunitas Bike to Work (B2W) mencatat 29 kasus kecelakaan hanya dalam paruh pertama tahun 2020.
Utari Sanaba menjelaskan bahwa titik buta atau blind spot menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan sepeda, karena area ini kerap menciptakan ilusi visual yang mengecoh pengendara maupun pesepeda, sehingga kendaraan atau objek di sekitarnya tidak terdeteksi hingga terlambat.
Tiga Fitur Keamanan dalam Satu Sistem
Inovasi utama dari penelitian ini terletak pada integrasi tiga fitur keselamatan sekaligus dalam satu perangkat yang kompak dan dipasang langsung pada sepeda:
- Detektor Blind Spot — menggunakan sensor ultrasonik JSN-SR04T yang dipasang di bagian belakang sepeda pada ketinggian 40 cm, mampu mendeteksi keberadaan kendaraan di sisi kanan dan belakang pesepeda, lalu memberikan peringatan melalui indikator LED dan buzzer.
- Kunci Pintar (Smart Lock) — kunci pengaman berbasis solenoid yang dapat dikontrol dan dipantau melalui aplikasi berbasis website, untuk mencegah pencurian sepeda.
- Pemantauan Lokasi GPS — menggunakan modul GPS U-Blox Neo 6M dan modul komunikasi SIM900A dengan protokol TCP/IP, memungkinkan orang tua memantau posisi sepeda anak secara real-time, termasuk mengatur batas jarak aman (2 atau 4 meter) sebagai fitur pengawasan.
Hasil Uji Coba yang Menjanjikan
Pengujian sistem menunjukkan hasil yang cukup akurat. Untuk sistem GPS, tingkat kesalahan (error) transmisi data sangat kecil, yaitu 0,0012614% untuk data lintang (latitude) dan 5,413×10⁻⁵% untuk data bujur (longitude), yang menunjukkan konsistensi tinggi antara data aktual dan data yang tersimpan di database.
Sementara itu, detektor blind spot mencatatkan tingkat akurasi hingga 92,77% dalam mengukur jarak dinding maupun kendaraan di sekitarnya. Sistem terbukti bekerja optimal saat mendeteksi objek datar (dinding) pada jarak 1–7 meter, serta mampu mendeteksi kendaraan bergerak pada jarak hingga 2 meter dengan kecepatan sepeda 10–40 km/jam. Mekanisme kunci dan alarm pengaman juga berfungsi dengan baik sesuai perintah yang dikirim melalui aplikasi berbasis web.
Manfaat dan Rencana Pengembangan
Menurut tim peneliti, sistem ini dirancang khusus untuk menjawab kekhawatiran orang tua yang mengizinkan anak bersepeda, sekaligus meningkatkan keamanan pesepeda dewasa di jalan raya perkotaan yang padat. Pendekatan yang menggabungkan aspek keselamatan (safety), keamanan (security), dan pengawasan orang tua (parental monitoring) dalam satu perangkat disebut sebagai kebaruan (novelty) utama dari riset ini.
Ke depan, tim peneliti menyampaikan bahwa sistem masih dapat disempurnakan, salah satunya dengan mengganti sensor ultrasonik menggunakan sensor lidar atau laser agar mampu mendeteksi objek dengan bentuk tidak beraturan secara lebih akurat.
Penelitian ini menjadi salah satu kontribusi nyata civitas akademika Fakultas Teknik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam pengembangan teknologi tepat guna berbasis kecerdasan sistem elektronik untuk keselamatan transportasi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak.
Jurnal lengkap dapat diakses melalui International Journal of Electrical and Intelligent Engineering, Vol. 01, No. 01, Juli 2025, hlm. 11–19. https://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/ijeie/article/view/34781



